Gue, Venny Ventriolla

Perempuan keturunan Minang - Jawa yang telah diberi kesempatan hidup seperempat abad oleh Sang Pencipta. Terbiasa hidup "mandiri" sejak kecil karena keadaan yang sulit dijelaskan. Karena keadaan, bukan karena gue yang minta. Keadaan yang ditakdirkan tuhan untuk gue. This is my destiny!

Gue gak pernah minta salah satu orang tua gue harus sakit (sakit kejiwaan). Tapi gue harus terima keadaan itu.  Dari gue kecil hingga sekarang, gue gak mengenal sosok ayah. Ketika temen kos gue waktu kuliah selalu bersemangat bercerita tentang betapa hebat sosok ayah. Rasanya saat itu gue ingin teriak, sepertinya kamu salah memilih tempat bercerita. Sorry, I don't feel that.

Gue insomnia sejak kecil, sepertinya gue sekeluarga semua insomnia kecuali abang ke-2 gue yang selalu tidur selepas isya. Gue harus membaca banyak komik, dan RPUL (zaman sekarang masih ada gak ya tuh buku) agar gue bisa tertidur. Gue selalu membeli buku RPUL setiap ada bazar buku disekolah. Karena buku itu seperti obat tidur bagi gue. Di umur gue saat itu, gue sudah  mengetahui banyak hal karena rajin membaca buku. Pada saat itu, sekarang jangan tanya ya. Gue sudah jarang baca buku, semua teralihkan oleh smartphone. Yang smart hanya ponselnya saja. Manusia kayak gue makin oon.

Karena gue turunan minang dan keluarga gue kental akan ke-Minang-annya. Tanpa sadar, gue orang yang paling tau tentang budaya minang. Disekolah, gue selalu mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran "Budaya Alam Minangkabau". Ada beban berat untuk gue sebagai perempuan keturunan minang satu-satunya dikeluarga gue. Nanti akan gue bahas lebih detail di cerita berikutnya. Tentang gue dan para perempuan minang.

Gue introvert, karena gue lebih suka menyendiri. Dan gue nyaman ketika gue sendiri tanpa ada orang lain. Tapi bagi yang mengenal gue ketika kuliah akan menilai gue sebagai manusia ekstrovert. Dikenal banyak orang, dosen, dan bahkan pejabat di kampus gue pun mengenali gue. Sekarang gue mikir, apa kharisma gue pada saat itu? Kenapa bisa dikenal banyak orang? Gue cantik, Enggak! Gue pinter, Enggak! Gue anak sultan. Enggak juga!! Gue aja kuliah pakai beasiswa. Mungkin gue nakal ya. Tapi enggak juga deh. IPK gue masih diatas 3. dan gue juga bukan mahasiswa tukang bolos deh. Tapi tukang molor dikelas sih iya. 

Ketika gue kerja, gue dikenal sebagai mba leader yang baik dan gak pernah marah. Gue gak bisa marah. Menurut gue, marah bukan solusi. Marah akan menambah masalah baru dan rasa kesal atau bahkan rasa kebencian. Bimbingan, berbagi cerita, menerima saran dan kritik adalah cara gue menemukan solusi untuk permasalahan yang terjadi di tim gue. Tapi tidak semua orang suka metode gue. Tidak semua orang suka dibimbing dan berbagi cerita. Disini gue menyadari, sepertinya orang seperti gue tidak cocok kerja sebagai praktisi tapi lebih baik di akademisi. 

Seperti yang gue jelasin tadi, gue anak perempuan satu-satunya di antara 4 saudara laki-laki. Dan saat ini gue tinggal di negeri yang oposisi dengan kebijakan pemerintah dan memiliki makanan terenak nomor 1 di dunia, yaitu Rendang. 

Untuk yang ingin kenal gue lebih dekat bisa email ke vennyventriolla@gmail.com 

Saat postingan ini ditulis, gue sedang tidak memiliki akun sosial media. Gue masih belajar menulis. Kritik dan saran sangat membantu untuk penulis pemula kayak gue ini. 

Terima Kasih

Komentar

Postingan Populer