BERBUAT BAIKLAH KE SEMUA ORANG, SEKECIL APAPUN !

Beberapa hari yang lalu gue menginap disalah satu kosan adik kelas gue. Karena gue sedang difase terjatuh dan insecure dalam hidup gue, gue sebenernya agak  sungkan untuk meminta pertolongan dia. Apalagi untuk menginap. Seinget gue, gue dulu gak pernah main ke kosan dia ketika kuliah dulu. Gue gak begitu peduli dengan dia. Yang gue inget, gue pertama kali mengantarkan dia untuk menemukan kosan dan gue gak pernah kembali datang. Dan itu berlanjut sampai gue lulus kuliah. Sepertinya gue senior yang jahat. Maka dari itu, gue sungkan buat minta menginap dikosan dia yang baru sekarang dengan status dia yang udah jadi PNS pula. Gue makin sungkan. Gue takut di cap sebagai kakak kelas yang ingat dia ketika dia sudah sukses. Padahal dikejadian penting dihidup gue, dia selalu datang. Dia datang ketika gue sakit dan dirawat di rumah sakit dan dia juga datang ke wisuda gue. Asli gue kaget liat dia datang. Dia baik. Sedangkan gue merasa, gue gak begitu baik dengan dia.

Tapi pada akhirnya karena gue gak tau harus menginap dimana, ya gue menginap disini. Di kosan adik kelas gue ini. Adik kelas gue ini nama nya Meli. Dia alumni mahasiswa Universitas Diponegoro - Oseanografi. Anaknya lucu dan seru, baru liat dia dari jauh aja gue udah ketawa. Ya karena dia lucu dan seru. Tapi dia itu bukan manusia-manusia yang mau bercerita tentang kehidupan atau pengalaman pribadi. Menurut gue, anaknya sedikit tertutup. Mungkin ini salah satu penyebab gue tidak begitu nyaman sama dia ketika kuliah dulu. Gue takut salah bersikap dan salah tingkah. Gue takut menyakitkan dan melukai dia. Karena gue sadar, gue yang dulu adalah wanita bebas bersikap dan tak pernah memilih kata ketika berbicara. Kalo kata orang padang "Asa Malantong se muluik tu". 

Tak ada angin tak ada hujan, adik kelas gue pun bertanya kepada gue. "Kak olla, kamu pernah gak ditolong sama orang lain yang tak kamu kenal sebelumnya? Gue pun menjawab "Gak pernah. Gak ada deh mel". Seketika itu, dia menjadi manusia yang mau berbagi pengalaman pribadi.  

Dia bercerita ketika kuliah dulu, ketika ingin pulang kampung dan lewat rute bandara Yogyakarta - Padang. Bukan Semarang - Padang. Gue lupa nanya kenapa dia milih dari bandara Yogyakarta ya? Tapi menurut cerita dia pada saat itu, dia memilih dari Yogyakarta dan itu penerbangan malam. Dan delay pula, bisa dibayangkan adik kelas gue ini sampai di Kota Padang tengah malam. Bandara Internasional Minangkabau bukan bandara sekelas bandara Soekarno - Hatta yang ramai walaupun tengah malam. Selayaknya tengah malam, Bandara itu sepi dan jarak bandara ke rumah adik kelas gue itu sekitar dua jam menggunakan angkotan umum/mobil pribadi. Adik kelas gue gak ada yang jemput. Jam segitu angkotan umum sudah tak ada, membuat dia terpaksa akan menginap di bandara. Adik kelas gue itu perempuan dan dia sendiri. Bisa dibayangkan kalau adik kelas gue tanguh dan berani. Meli, kamu wanita hebat! Kamu layak menjadi anak kelautan. 

Cerita berlanjut, ketika kebingungan ditengah malam itu. Seorang pria paruh baya menghampiri dia dan menawarkan tempat menginap. Adik kelas gue makin binggung dong. Dia menolak, karena kan itu pria paruh baya dan orang yang baru dikenal. Tapi pria itu menjelaskan dengan baik kalo dia disana karena sedang menjeput istri beliau yang sedang berlibur dari Yogyakarta. Dan ketika menginap di rumah beliau juga ada anggota keluarga yang lain dan istri beliau. Tak menunggu waktu lama, istri pria paruh baya itu datang dan perempuan itu pun menyambut dengan senang. Akhirnya adik kelas gue mau untuk diajak menginap dirumah kedua orang paruh baya tersebut. Gue yang ketika mendengar cerita ini kebinggungan. Kenapa ada orang yang baru dikenal sebaik itu? Gue mikir adik kelas gue ini sudah melakukan hal baik apa sehingga dia ditolong oleh seseorang yang baru dia kenal? Karena gue tidak pernah mengalami hal tersebut. Apa ini pertolongan Allah swt untuk adik kelas gue tapi melalui pria paruh baya itu? Tak ada yang tau. Kuasa Allah swt maha besar dan tak bisa ditebak. 

Dia, adik kelas gue semakin binggung dan melonggo ketika tiba di tempat menginap tersebut. Pria dan wanita paruh baya itu memiliki rumah seperti istana, sekitar 3-4 lantai. Bisa dibayangkan muka adik kelas gue yang sangat kaget. Tiba dirumah orang kaya. Itu diluar ekspetasi dia.  Bahkan pria dan wanita paruh baya tersebut sangat baik, setelah menginap dia diantarkan ke loket bus arah Pasaman (arah rumah adik kelas gue) dan diberi uang tunai yang lumayan pada saat itu untuk ukuran mahasiswa. Datang darimana manusia sebaik itu. Bukan saudara bukan siapa-siapa. Baru kenal dibandara loh. Dan alhamdulilah nya, mereka masih berhubungan baik sampai saat ini, adik kelas gue pernah datang bantuin  project usaha wanita paruh baya tersebut. Tapi karena memang dasarnya orang baik ya, setelah pulang dari rumah tersebut adik kelas gue tetap dikasih souvenir dan beberapa bahan makanan. Sebuah rezeki dan anugerah bisa mengenal orang baik. 

Dan karena kejadian itulah, adik kelas gue mulai ingin melakukan hal baik. Dia akan senang jika ada yang mau menginap dikosan dia yang sangat sederhana ini. Bahkan dia ingin membuat pengumuman jika ada yang butuh tempat tinggal di Kota Padang, dia akan menerima dan membantu. Bulan depan adik kelas gue juga akan mengontrak satu unit rumah tipe 36" agar lebih nyaman ketika ada yang datang untuk menginap. Wow, hal baik dari pria paruh baya tersebut mendatangkan hal baik yang baru. Dari cerita ini gue banyak belajar, berbuat baiklah ke semua orang, sekecil apapun itu. Karena hal baik yang kamu lakukan akan menjadi hal baik yang baru di masa datang. Jangan takut untuk berbuat baik. 


Komentar

Postingan Populer