AKU DAN DO'A

Beberapa bulan yang lalu gue mendengar sebuah pernyataan dari seorang artis terkenal Enzy Storia di salah satu chanel youtube Daniel Mananta. Pernyataan tersebut terkait tentang mukjizat do'a. Perjalanan cerita seorang Enzy Storia ketika masih sakit dan pasrah dengan penyakitnya tersebut hingga pada akhirnya ia meminta untuk disembuhkan melalui do'a. Karena dokter menilai penyakit ini sangat sulit disembuhkan dan Enzy merasa tidak ada yang mampu membantu dia, kecuali Allah swt.  Dan Allah swt seketika itu mengabulkannya. Enzy sembuh total. It's miracle. 

Ketika gue mendengar cerita ini, gue langsung flashback ke masa lalu. Tahun 2014 gue pernah merasakan hal yang sama terkait mukjizat do'a. Gue pasrah banget dan gue merasa gak ada lagi yang mampu menolong gue, kecuali Allah swt. Gue bukan orang yang rajin sholat pada saat itu. Tapi karna gue membutuhkan pertolongan Allah swt, akhirnya gue sholat dan berdo'a. Beberapa bulan setelah itu. Allah swt mengabulkan do'a tersebut. It's miracle. 

Karena gue pernah mengalami mukjizat do'a. Gue menjadi orang yang hingga saat ini percaya banget sama kekuatan do'a. Walaupun gak semua do'a - do'a gue dikabulkan oleh Allah swt gue tetap dan terus berdo'a. Sekitar pertengahan tahun 2021, gue kembali merasakan hal yang sama. Gue merasa gak ada lagi yang mampu menolong gue selain Allah swt. Gue puasa, sholat tahajud full sebulan, rutin membaca surat Ar-Rahman dan Al-Waqiah serta bersholawat dan gue berdo'a. Namun kali ini, Allah swt tidak mengabulkannya. Gue pun bertanya, ada yang salahkah dengan do'a gue kali ini?. Yang gue perjuangin adalah hal yang baik. Yang gue minta pun adalah hal yang baik. Iya baik menurut pandangan gue. Bukan menurut pandangan Allah swt. Tapi selain itu, gue merasakan hal berbeda dari do'a gue sebelumnya. Dulu, gue bener-bener pasrah dan gue mencurahkan segala permohonan gue yang gue rasa memang tidak ada lagi yang bisa bantu gue selain Allah swt. Sedangkan yang kali ini, gue menyakini kalo yang bisa bantu gue memang cuma Allah swt tapi didalam hati kecil gue ada sedikit noda yang sulit diungkapan namun tersirat kalo gue gak sepasrah dulu. Bahkan bisa dibilang gue menjalankan sholat tahajud pada saat itu karena tepaksa. Gue terpaksa menjalankannya karena ada yang gue inginkan. 

Pada saat itu, penilaian gue tentang do'a adalah sebatas permohonan permintaan gue kepada Allah swt dan Allah swt memiliki hak prerogatif untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan doa tersebut. Namun, bagaimana pandangan do'a menurut KBBI? Secara etimologi do'a adalah istilah yang berasal dari bahasa arab du'a yang berarti permohonan. Ini mengacu juga pada da'a yang berarti memohon, mengajak, memangil. Dan dalam artian sempit mengacu pada tindakan permohonan dtau syafaat. Do'a adalah permohonan yang dilakukan manusia kepada penciptannya. Do'a adalah cara manusia berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri dengan orang sekitar. Sama seperti meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang yang dicintai, demikian juga dalam meluangkan waktu untuk berdo'a. Manusia akan berusaha tumbuh dalam hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain memaknai do'a secara tata bahasa KBBI, gue juga mencari makna do'a melalui beberapa penjelasan ulama, cendekiawan terbaik di Indonesia dan beberapa pendapat dari teman - teman gue.  Dan sampai lah dititik dimana gue memaknai do'a sebagai sarana komunikasi gue dengan Allah swt. Gue butuh berdo'a. Gue butuh berkomunikasi dengan Allah swt. Gue manusia biasa, gue gak punya kuasa apapun. Semua yang ada di dunia ini milik Allah swt. Ketika gue tau siapa yang punya dunia ini, akhirnya gue mampu untuk pasrah dan menyerah. Gue mengakui semua, gue hanya hamba Allah swt. Allah swt lebih berkuasa atas segalanya di dunia ini. Tak ada lagi selain Allah swt dan hanya Allah swt.

Sekarang gue berdo'a tidak menunggu harus ketika gue selesai sholat, ketika gue gundah dan galau. Dimana pun itu, kapan pun itu, gue berdo'a. Kadang, terkait hal receh yang mungkin gak akan dibayangkan oleh orang lain pun gue berdo'a. Gue yakin, Allah swt mendengarkan gue. Gue yakin dari sekian do'a yang gue ungkapan pasti akan diberikan Allah swt. Dalam bentuk apapun, selagi itu baik buat gue. Allah swt akan berikan. Tidak terkait tentang keinginan gue, cerita tentang keseharian gue pun kadang gue rangkai dalam do'a. Yaaaa, walaupun gue yakin, Allah swt tau kegiatan gue full 24jam ini, Tapi gue tetap bercerita. 

Namun, bukan kah do'a - doa manusia adalah rahasia antara manusia tersebut dengan tuhannya?. Iya rahasia. Hanya dirimu dan Tuhan yang tau . Tapi rasa nya gue selalu bersemangat menceritakan tentang do'a - do'a gue ke orang di sekitar gue. Gue pengen orang - orang disekitar gue merasakan hal yang sama. Betapa tenang dan bahagia nya ketika gue selesai berdo'a. Dan betapa shoked gue disaat do'a gue dikabulkan oleh Allah swt. 

Walaupun gue menyakini do'a adalah sarana komunikasi gue dengan Allah swt. Gue gak bisa berbohong pada hati gue yang sesungguhnya kalo gue masih memiliki beberapa harapan dan permintaan yang gue usahakan melalui do'a - do'a gue. Dan gue berharap Allah swt mengabulkannya. Gue merasa keinginan gue terlalu mustahil dan tak mungkin. Tapi gue yakin, Allah swt akan sangat mudah mengatur semua keinginan tersebut. Tapi bagaimana cara gue mendapatkannya?. Jawabannya adalah meminta sama Allah swt. Bukan kah dunia dan isinya adalah milik Allah swt? Bukan kah semua manusia adalah milik Allah swt? Iyaaa. Semua milik Allah swt. Dan gue berusaha meminta kepada Allah swt. Siapa pun yang membaca tulisan gue ini. Mohon do'a nya untuk harapan - harapan kecil gue ya. 

Terima Kasih

Komentar

Postingan Populer